Pandemi Corona yang Tak Kunjung Usai

Pandemi Corona yang Tak Kunjung Usai

Laporan terakhir dari Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 di Surabaya pada Selasa (9/6) mencapai 3.439 kasus.Angka itu menjadikan Surabaya sebagai peringkat satu dari jumlah kota/kabupaten di Jawa Timur.

Semakin hari data yang ada adalah semakin menunjukkan penambahan kasus. Hal ini sangat memerlukan koordinasi dan kerjasama antar semua pihak, khususnya warga Surabaya itu sendiri. Banyak kasus bermunculan mulai dari PDP (Pasien Dalam Pengawasan), ODP (Orang Dalam Pantauan), dan OTG (Orang Tanpa Gejala).

Bahkan, informasi terbaru adanya satu keluarga yang meninggal akibat terpapar Covid-19 di Jalan Gubeng Kertajaya IX Surabaya. Pasca kejadian tersebut, warga satu gang melakukan isolasi mandiri dan direkomendasikan untuk dilakukan Rapid test dan tes Swab agar bisa segera diketahui daerah tersebut steril dari Covid-19 atau ada yang sudah terpapar oleh virus yang sangat mematikan itu.

Aplikasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam setiap aktivitas sehari-hari merupakan salah satu kunci utama menekan penyebaran virus yang menjadi pandemi ini. Penerapan mulai dari rumah tangga, area publik seperti pasar, kantor-kantor pemerintahan, stasiun, terminal, bandara bahkan di tempat-tempat ibadah. Seperti yang telah diterapkan oleh pengelola Masjid Al Akbar Surabaya.

Pada hari Jumat lalu (⅚) pemerintah provinsi Jawa Timur telah mengeluarkan informasi bahwa masjid di sejumlah daerah telah diperbolehkan untuk melaksanakan sholat jumat kembali setelah beberapa kali tidak melaksanakan sholat Jumat di masjid.

Masjid Al Akbar Surabaya telah menerapkan protokol kesehatan seperti pembagian masker kepada jamaah yang tidak mengenakan masker, penyediaan hand sanitizer pada area masuk masjid dan area wudhu, pengaturan tanda jarak antar jamaah 1,5 meter kurang lebih, dan melangsungkan sholat jumat tidak lebih dari setengah jam.

Meskipun PSBB Surabaya Raya sudah berakhir pada tanggal 8 Juni 2020 lalu, tapi protokol kesehatan yang telah dipublikasikan oleh pemerintah dan pihak terkait tetap wajib dilaksanakan guna memutus mata rantai covid-19. Banyak informasi baik visual maupun audio yang terpasang di area publik untuk dipatuhi dan dilaksanakan oleh masyarakat.

Kesadaran yang membentuk habit pada setiap individu bahwa virus korona ini akan usai merupakan kunci utama. Disiplin dalam menjaga pola hidup bersih dan sehat harus dimiliki dan diterapkan secara berkelanjutan. Vaksin anti korona pun masih dalam penelitian di beberapa negara. Diantaranya Amerika Serikat, Italia, Korea Selatan dan Tiongkok.

Informasi terbarunya, pihak RSUD Dr Soetomo dan RS Unair kembali membuka melakukan pelayanan kesehatan untuk umum yang sebelumnya tutup sementara karena fokus pada penanggulangan pasien Covid-19. Bahkan, pihak RS Unair sempat menutup penerimaan pasien baik kedatangan pasien reguler maupun mutasi pasien Covid-19.

Sanksi tegas pun diterapkan oleh pemkot Surabaya untuk masyarakat yang melakukan pelanggaran aturan protokol kesehatan Covid-19 berupa sanksi sosial. Sekali lagi, kerjasama dan koordinasi antara masyarakat, pemerintah dan pihak terkait merupakan instrumen yang cukup relevan untuk mengatasi pandemi ini.

Fasilitas kesehatan berupa tes Rapid, PCR ataupun Swab telah disediakan oleh perusahaan dan lembaga atau instansi untuk anggotanya. Demi kelancaran bersama, karena perekonomian harus tetap berjalan asalkan sesuai dengan keputusan pemerintah setempat dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Informasi juga datang dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa aktivitas sekolah memasuki tahun ajaran baru yaitu 2020-2021 akan segera dimulai kembali. Aktivitas belajar mengajar yang dilakukan di sekolah masih menuai pro dan kontra di saat pandemi korona masih belum menunjukkan grafik penurunan yang sangat signifikan.

Kesehatan