Musim Depan Bale Mungkin Masih Bertahan di Madrid

Musim Depan Bale Mungkin Masih Bertahan di Madrid

Sejak awal musim 2019-2020, pebola ternama Bale atau Gareth Bale semakin kencang dikabarkan akan segera hengkang dari Real Madrid. Salah satu penyebabnya disinyalir karena hubungan buruknya dengan sang pelatih yang tak lain adalah Zinedine Zidane.

Bale kini masih mempunyai kontrak dengan durasi waktu dua tahun di Madrid. Dalam wacana musim pandemi dunia saat ini, banyak klub yang enggan merogoh kantongnya terlebih dalam jumlah besar di musim panas 2020 ini. Hal ini tak lain adalah karena krisis finansial yang tengah mengancam mereka.

Kondisi saat ini menyulitkan Bale untuk memperoleh klub baru. Bahkan di musim panas 2019 lalu karena masalah gaji Bale gagal pindah ke Jiangsu Suning, apalagi di situasi saat ini. Sebelum membelinya, setiap klub pasti akan berpikir dua kali. Hasilnya, bertahan di Madrid adalah pilihan terbaik bagi Bale.

Saat ini hal terbaik yang dapat dilakukan daripada berfikir masalah pindah adalah fokus untuk membantu klubnya saat ini memperoleh trofi dalam mengakhiri musim ini. 12 Juni lalu, Liga Spanyol pun telah kembali bergulir. Sejak kembali bergulirnya Liga Spanyol, Madrid telah menggenggam dua kemenangan sekaligus.

Pada dua pertandingan sebelumnya, Bale memang belum memperoleh kesempatan tampil. Namun, Madrid masih masih tetap membutuhkan tenaganya terlebih ketika gol tidak dapat dicetak oleh lini depan. Di sisa musim pertandingan ini, Bale diharapkan dapat mengubah situasi tersebut dari bangku cadangannya.

Memang konflik Bale dan pelatihnya Zidane belum juga menemui titik temu hingga setahun lebih. Jelas hal ini berpengaruh buruk pada tim Real Madrid secara keseluruhan. Berita terbaru, akhir pekan lalu pada kemenangan 3-1 dari Eibar dalam La Liga lanjutan bahkan Bale harus memulai pertandingannya dibalik bangku cadangan.

Bale baru saja memasuki babak kedua, namun dia benar-benar berkontribusi. Justru Bale merusak ritme tim karena bermain tanpa motivasi dan energi serta tak tampak berintegrasi dengan timnya. Meski pada beberapa pekan terakhir Bale digadang telah bekerja keras dalam sesi latihan, tapi tetap saja dinilai tampil dengan penampilan yang aneh. Oleh sebab itulah isu yang muncul atas penampilan buruknya itu mungkin memang karena konfliknya yang berkepanjangan dengan klub dan Zidane. Hal ini dikaitkan dari beberapa hal seperti:

Lesu di bangku cadangan

Bale terlihat lesu mulai pertandingan awal. Kesabarannya diuji saat tiga bulan dari masa karantinanya dan dia memulai pertandingannya dibalik bangku cadangan. Di babak kedua Bale tampil dengan performa minus ambisi. Bahkan Zidane sempat mengajaknya bicara empat mata di babak kedua saat waterbreak.

Memang tak bisa dipungkiri jika hubungannya dengan pelatihnya itu memang tak pernah terkesan baik. Mungkin hal ini karena keduanya tak pernah saling memahami. Disinyalir kasus ini telah terjadi sejak musim 2017-2018 silam. Sementara itu, yang menjadi puncaknya adalah pada final Liga Champions 2017-2018 saat dirinya harus turun melalui balik bangku cadangan.

Kala itu Bale bahkan sukses mencetak gol setelah turun ke pertandingan hanya dengan beberapa menit saja. Naasnya Bale tak tampak merayakannya bersama sang pelatih.

Bermasalah dengan bursa transfer

Permasalahan ini terus bergeliat saat musim lalu Zidane kembali ke Madrid. Perihal kembalinya Zidane sebagai pelatih di Real Madrid jelas menjadi kabar buruk untuknya, dirinya tak lagi biasa dengan nyaman bertahan di klub Madrid. Buktinya, di musim panas lalu saat momen bursa transfer salah satu gangguan paling besar Madrid adalah kabar kepergian Bale.

Tak hanya itu saja, dikabarkan pula jika Bale nyaris angkat kati dari Liga Super Cina namun di momen-momen terakhir batal.

Sepak Bola