3 Kendala Menulis Artikel yang Sering Dihadapi Penulis Baru

3 Kendala Menulis Artikel yang Sering Dihadapi Penulis Baru

Ada banyak kendala menulis artikel yang pasti dihadapi penulis baru. Kendala tersebut tentu perlu disadari agar bisa diidentifikasi dan dicari jalan keluarnya. Jika terus dibiarkan, hal tersebut bisa menjadi masalah kedepannya karena dari segi waktu pun, masalah tersebut akan memperlambat proses penulisan. Ingat, dewasa ini menulis bukan hanya tentang totalitas sebuah karya yang ingin dituangkan dalam bentuk tulisan.

Intinya, ada tenggat waktu yang perlu dipenuhi dan hal tersebut akan sulit tercapai ketika kendala menulis artikel tersebut tidak terselesaikan. Walaupun kendalanya sendiri ada banyak, kali ini akan dipilih tiga yang paling utama dan paling sering menonjol jika dibandingkan kendala lain. Berikut uraian dari kendala-kendala tersebut.

Membuat Paragraf Pembuka dan Penutup

Saat menulis artikel, kreatifitas dari penulis benar-benar diperlukan. Kreatifitas itu sendiri sangat dibutuhkan ketika membuat paragraf pembuka dan penutup. Untuk bagian isi sebenarnya tidak terlalu membutuhkan kreatifitas karena didalamnya terdiri dari banyak data. Namun, kurang tepat jika menempatkan terlalu banyak data dalam menulis paragraf pembuka dan penutup.

Pada bagian pembuka, seharusnya penulis menjabarkan alasan mengapa pembaca harus mengetahui isi dari artikel. Lalu untuk bagian penutup, apa yang dijelaskan pasti berupa kesimpulan dan saran dari penulis untuk pembaca. Untuk itu, pastikan menguasai materi yang akan dijelaskan lalu tuangkan kreatifitas diri didalamnya sehingga alasan, kesimpulan, dan saran yang dimiliki bisa terkuasai.

Menulis dari Tema yang Tidak Dikuasai

Menulis dengan tema yang dikuasai terbilang sebagai perkara mudah. Namun, kendala menulis artikel pasti terasa ketika penulis dihadapkan dengan tema yang tidak dikuasai. Tantangan baru pasti akan muncul karena diperlukan juga observasi lebih untuk jenis artikel seperti ini. Sebenarnya, observasi sendiri bukanlah perkara yang begitu sulit. Hanya saja, penulis baru seringkali malas dalam melakukannya.

Untuk itu, kesiapan melakukan observasi perlu ditanamkan dalam diri seorang penulis. Bacalah terlebih dahulu minimal lima artikel dengan judul sama seperti yang hendak dibuat. Ada baiknya membaca artikel dengan jumlah lebih banyak. Pastikan juga sumber yang diambil terpercaya sehingga artikel yang dibuat kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan.

Membuat Judul Artikel

Inilah salah satu kendala menulis artikel paling menyeramkan yang sering dihadapi penulis baru. Membuat judul sebenarnya gampang-gampang susah. Hanya saja, banyak orang tidak mengetahui jika terdapat teknik-teknik yang perlu dipahami ketika hendak membuatnya. Sebagai contoh, sebuah artikel bisa dibuat boombastis dengan didalamnya terdapat penekanan berupa kata “Wah” atau “Wow”

Selain itu, bisa juga membuat judul dengan memberi jalan keluar dari masalah yang dihadapi pembaca. Contohnya seperti “Berat Badan Kurang? Rutinkan 3 Aktifitas Ini Dalam Satu Bulan” atau “Jerawat Terus Datang? Berikut Khasiat Bawang Putih dalam Mengatasinya”. Sebagai tambahan, penambahan angka juga merupakan poin plus karena hal tersebut bisa memberikan penegasan tentang isi artikel.

Walaupun belum mencakup kendala secara keseluruhan, apa yang ada diatas sudah cukup mewakili masalah utama. Namun ingat, diperlukan pembiasaan agar masalah-masalah itu bisa lebih mudah diatasi. Mungkin secara teori, cara penyelesaiannya sudah dipahami. Tetapi, hal itu tidak cukup untuk menghilangkan tiga kendala ini secara keseluruhan. Diperlukan upaya lebih dan salah satunya berupa rutin menulis tiap hari.

Dengan rutin menulis tiap hari, masalah-masalah lain diluar tiga topik ini biasanya akan muncul. Tentu nanti masalah-masalah itupun akan terpecahkan dengan sendirinya. Oleh karena itu dapat disimpulkan, kendala menulis artikel secara keseluruhan hanya akan teratasi ketika seseorang memiliki semangat tinggi dalam menulis.

Others