Banyuwangi Kota Jawa Timur Paling Ujung, Paling Eksotis

Banyuwangi Kota Jawa Timur Paling Ujung, Paling Eksotis

Apa nama kota yang berada di ujung timur pulau Jawa? Ya, Banyuwangi. Kota dengan julukan The Sunrise of Java ini memiliki kearifan lokal dan daya tarik tersendiri. Masuk dalam kawasan segitiga emas, bagian Barat terdapat Gunung Kawah Ijen, sebelah timur dengan keindahan hamparan lautnya, sebelah selatan barisan hutan tropis yaitu Alas Purwo. Banyak hal yang bisa menggambarkankan Banyuwangi sebagai kota paling ujung juga paling eksotis.

Banyuwangi dengan eco-tourism nya telah tumbuh sebagai kota pariwisata yang sangat mengagumkan dan bisa diunggulkan. Di bawah pemerintahan Abdullah Azwar Anas yang menjabat dua periode ini telah membawa Banyuwangi dari daerah yang mistis, kini kota Gandrung ini dikenal sebagai kota yang berhasil dengan ekonomi pariwisatanya. Berbagai penghargaan pun telah diraih oleh pemerintah Banyuwangi, baik skala Nasional maupun Internasional.

“Membangun konektivitas dari dan keluar Banyuwangi menjadi prioritas program kerja pemerintah,” ujar Abdullah Azwar Anas dalam setiap momen kunjungan dari berbagai daerah yang ingin melakukan studi banding program kerja pemerintah. Pembangunan bandara Blimbingsari menjadi target pertamanya. Pembangunan bandara skala internasional berbasis natural. Bandara dibangun tanpa merubah kondisi awal lingkungan sekitar bandara, yaitu pertanian.

Kurang lebih 30 menit akses dari Bandara Blimbingsari ke pusat kota Banyuwangi. Akses keluar dari bandara pemandangan di sekitar bandara masih asri dan alami. Hamparan sawah menjadi aksen indah sepanjang perjalanan menuju keluar area bandara. Kemajuan teknologi boleh semakin pesat, tapi kearifan lokal harus tetap dilestarikan. Begitulah pesan yang tersirat dari pemandangan bandara Blimbingsari Banyuwangi.

Berbagai festival seni dan budaya sepanjang tahun pun dipublikasikan. Menarik minat wisatawan domestik dan internasional untuk selalu hadir dalam setiap event yang digelar. Hampir di setiap desa atau daerah di Banyuwangi tampil menunjukkan keunggulannya, mulai dari daya tarik area wisatanya seperti Red Island yang telah mendunia.

G-Land Plengkung yang mempesona dengan ombaknya yang digemari peselancar seluruh dunia, pantai Bangsring dengan Rumah Apung yang menggeliat dengan wisata bawah lautnya. Bisa dibilang pantai Banyuwangi adalah pantai paling eksotis di Pulau Jawa dengan hamparan keindahan ombak dan wisatawannya.

Ada juga daerah yang mempersembahkan pertunjukan seni dan budaya nya diantaranya, Tari Barong di desa Tamansari, Kebo-keboan di desa Alasmalang, tari Gandrung Sewu yang tampil di tepi pantai Boom Banyuwangi, wisata kopi yang melegenda kopi khas Banyuwangi dan Kawah Ijen dengan belerang dan blue fire nya. Semua telah terkonsep dengan rapi setiap tahunnya masuk dalam agenda wisata Banyuwangi.

Wisata yang ada juga harus didukung dengan fasilitas yang memadai, antara lain hotel dan moda transportasi. Hotel yang diperbolehkan ada di Banyuwangi adalah hotel bintang tiga ke atas. Seperti hotel Santika, hotel Aston dan Illira Hotel yang telah ada di kota Banyuwangi.

Perkembangan yang sangat signifikan dan terarah. Kerjasama dan koordinasi yang baik telah dibangun dengan sangat apik di Banyuwangi ini. Tidak hanya membangun alam dengan wisatanya tapi juga Sumber Daya Manusia nya juga harus dibangun.

Rencana jangka panjangnya Banyuwangi ingin adanya perguruan tinggi negeri yang bisa berkesinambungan dengan pembangunan SDM yang unggul. Kerja keras pemerintah yang berkolaborasi dengan warganya telah membuahkan hasil yang patut dibanggakan oleh Banyuwangi.

Konsep Ecotourism pun menjadi proyek percontohan untuk berbagai daerah di Indonesia, tentunya dengan kondisi kontur budaya, masyarakat dan potensi alam yang bisa dikembangkan.

Wisata